Secara sederhana probabilitas dapat diartikan sebagai sebuah peluang untuk suatu kejadian.
Manfaat mempelajari probabilitas sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat, karena kehidupan di dunia tidak ada kepastian, sehingga diperlukan untuk mengetahui berapa besar probabilitas suatu peristiwa akan terjadi. Probabilitas dinyatakan dalam angka pecahan antara 0 sampai 1 atau dalam persentase.
Contoh: Seluruh mahasiswa Panca Budi harus memiliki sertifikat computer untuk program microsoft exel. Di kota Medan sendiri banyak terdapat tempat kursus computer diantaranya LP3I, Medicom, Tricom dll. Maka akan muncul kebingungan dalam memilih tempat kursus. Untuk menentukan pilihan biasanya mahasiswa akan bertanya kepada teman-teman, mereka kursus dimana? Dari ratusan mahasiswa mungkin anda bertanya hanya pada 20 orang mahasiswa. Yang paling banyak diminati anda akan memilih tempat tersebut untuk kursus.
Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa keputusan diambil hanya dari beberapa contoh atau sampel dari populasi keseluruhan.
Pengertian probabilitas Lind (2002) dalam mendefenisikan probabilitas sebagai: “Suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa (event) akan terjadi dimasa mendatang. Probabilitas dinyatakan antara 0 sampai 1 atau dalam persentase” Tiga hal penting dalam membicarakan probabilitas:
- Percobaan (experiment)6 Pengamatan terhadap beberapa aktivitas atau proses yang memungkinkan timbulnya paling sedikit dua peristiwa tanpa memperthatikan peristiwa mana yang akan terjadi
- Hasil (outcome) suatu hasil dari sebuah percobaan. Dalam hasil ini semua kejadian akan dicatat atau dalam artian seluruh peristiwa yang akan terjadi dalam sebuah percobaan. Misalnya dalam mengikuti ujian semester maka hasil yang akan diperoleh ada mahasiswa yang lulus dan ada yang tidak lulus. Ada yang lulus memuaskan ada yang tidak memuaskan
- Peristiwa (event) kumpulan dari satu atau lebih hasil yang terjadi pada sebuah percobaan atau kegiatan
Probabilitas dinyatakan dalam bentuk pecahan dari 0 sampai 1. probabilitas 0menunjukkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, sedangkan probabilitas 1mununjukkan peristiwa pasti terjadi.
Contoh penulisan probabilitas dalam desimal atau persentase:
- Pada hari Jumat adalah penutupan bursa saham, maka kebanyakan investorberusaha meraih keuntungan melalui penjualan saham atau yang biasanyadiistilahkan profit taking, sehingga probabilitas menjual mencapai 0,7 sedangkanmembeli 0,3.
- melihat kondisi kesiapan mahasiswa yang mengikuti ujian Statistika II, makamahasiswa yang mempunyai probabilitas untuk lulus 70% dan kalah 30%7Probabilitas kejadian dengan nilai 0 berarti peristiwa yang tidak mungkin terjadi,seperti seorang anak balita melahirkan seorang bayi. Sedangkan probabilitas dengannilai 1 adalah peristiwa yang pasti terjadi, seperti semua manusia pasti akan meninggal.
PENDEKATAN PROBABILITAS
Untuk menentukan tingkat probabilitas suatu kejadian, maka ada tiga pendekatanyaitu pendekatan klasik, pendekatan relatif dan pendekatan subjektif.
- Pendekatan klasik
Diasumsikan bahwa semua peristiwa mempunyai kesempatan yang sama untukterjadi (equally likely) Probabilitas suatu peristiwa kemudian dinyatakan sebagai rasio antara jumlahkemungkinan hasil dengan total kemungkinan hasil (rasio peristiwa terhadap hasil)
Contoh:
Pada kegiatan mahasiswa belajar semua hasil ada yang sangat memuaskan,memuaskan dan terpuji. Jumlah hasil ada 3 dan hanya 1 peristiwa yang terjadi, makaprobabilitas setiap peristiwa adalah 1/3.
Pada suatu percobaan hanya 1 peristiwa yang terjadi, dan peristiwa lain tidakmungkin terjadi pada waktu yang bersamaan maka dikenal sebagai peristiwa salinglepas.”Peristiwa saling lepas (mutually exclusive) adalah terjadinya suatu peristiwasehingga peristiwa yang lain tidak terjadi pada waktu yang bersamaan”
Pada suatu percobaan atau kegiatan semua hasil mempunyai probabilitas yangsama, dan hanya satu peristiwa yang terjadi maka peristiwa ini dikenal dengan lengkapterbatas kolektif (collection exhaustive).
”lengkap terbatas kolektif (collection exhaustive) adalah sedikitnya satu dariseluruh hasil yang ada pasti terjadi pada setiap percobaan atau kegiatan yangdilakukan”
- Pendekatan Relatif
Probabilitas suatu kejadian tidak dianggap sama, tergantung dari berapa banyak suatukejadian terjadi, yang dinyatakan sebagai berikut
Contoh:
Dari kegiatan belajar mahasiswa dapat dilihat hasilnya pada Wisuda Sarjana UniversitasPanca Budi tahun 2007 sebanyak 800 orang mahasiswa. 500 orang lulus denganmemuaskan, 200 orang dengan sangat memuaskan dan 100 orang dengan prediketterpuji. Maka probabilitas lulus memuaskan adalah 500/800 = 0.625; lulus dengansangat memuaskan 200/800 = 0.25 dan lulus dengan terpuji 100/800 = 0.125.
- Pendekatan Subjektif
Yang dimaksud dengan pendekatan subjektif adalah menentukan besarnyaprobabilitas suatu peristiwa didasarkan pada penilaian pribadi dan dinyatakan dalamderajat kepercayaan.Contoh:Menurut pengamat politik, Susilo Bambang Yudoyono akan menang dalam PemiluIndonesia tahun 2009

0 Comments
Posting Komentar