Pengertian Dari Metode Ilmiah merupakan penggabungan antara rasionalisme danemprisme. Metode ilmiah merupakan suatu cara berfikir dalammendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu atau pengetahuan ilmiah (Science). Dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan pengetahuan yangdiperoleh dengan metode ilmiah. Dalam hal ini tidak semua pengetahuan ( Knowledge ) merupakan ilmu (Science). Metode ilmiah dapat pula diartikan sebagai cara-cara atau prosedur yang digunakan untuk menganalisis fakta-fakta empirik dalammenguji pernyataan-pernyataan teoritik.
![]() |
| Pengertian Dari Metode Ilmiah |
Cooper, Donald R.; Schindler, P.S. (2006). Business research methods.Boston:McGraw-Hill
Ilmu lebih condong merupakan
suatu kegiatan. Kegiatan dalammencari pengetahuan selama terbatas pada obyek
empirik danmenggunakan metode ilmiah, adalah syah disebut ilmiah.
Dalamkehidupan sehari-hari kita bisa membahas suatu kejadian secara
ilmiahsepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Sebaliknya tidak semuaorang yang
diasosiasikan dengan eksistensi ilmu akan bersikap/bertindakilmiah. Hakekat
ilmu tidak berkaitan dengan gelar-gelar akademik, profesiserta kedudukan
seseorang. Ilmu bersifat terbuka, demokratis danmenjunjung kebenaran di atas
segalanya.
Karakteristik Ilmu
Ilmu merupakan pengetahuan yang
diperoleh dengan metodeilmiah. Ilmu memberikan penjelasan mengenai fakta atau
suatu fenomenaalami serta mempredisi fakta atau fenomena tersebut. Ilmu
bertujuan untukmemperluas dan untuk menemukan kebenaran ( Discovery of truth ).
Pembentukan teori adalah alat
untuk mencapai tujuan tersebut.Ilmu sebagai suatu sumber kebenaran dalam
menjawab masalah kehidupanmanusia. Meskipun demikian, harus diperhatikan bahwa
kebenaran ilmu bersifat relatif (tidak absolut). Kebenaran tersebut sangat
tergantungkepada cara berfikir yang digunakan dalam menyusun pengetahuannya.
Tujuan Ilmu: Penjelasan Ilmiah dan Teori
Tujuan dasar dari ilmu adalah
teori. Dengan kata lain tujuan dariilmu adalah menjelaskan fenomena alami,
penjelasan tersebut disebutteori. Teori adalah sejumlah konsep, definisi dan
proposisi yang salingterkait, yang menyajikan suatu pandangan sistematik dengan
menentukanhubungan antar variabel dengan tujuan menjelaskan dan
memprediksisuatu fenomena.
Definisi tersebut menyatakan tiga hal: (1) Teori merupakan sejumlah proposisi yang terdiri dari “construct
” yang terdefinisi dan saling terkait; (2)
Suatu teori menyatakan keterkaitan antarasejumlah variabel atau “construct ”,
dan dalam melakukan hal tersebut, menyajikan suatu pandangan sistematik
mengenai fenomena yang telahdijelaskan oleh variabel-variabel tersebut; (3) Teori menjelaskan fenomena. Hal ini
dilakukan dengan menyatakan variabel-variabel apa yang berhubungan dengan
variabel-variabel tertentu dan bagaimana variabel-variabel tersebut
berhubungan, sehingga memungkinkan peneliti untukmelakukan prediksi dari
variabel-variabel tertentu terhadap variabel-variabel tertentu lainnya.Tujuan
ini tentunya bukan hanya memberikan
Penjelasan terhadap suatu
fenomena serta memprediksi suatu fenomenaakan tetapi ilmu diharapkan untuk
dapat mengendalikan suatu fenomena.Misalnya seorang pemasar mengetahui bahwa
jika terjadi suatu kegagalan jasa (
service failure) kemungkinan besar konsumen akan pindah ke pesaing, maka
untuk mencegah pindahnya konsumen ke pesaing, pemasar jasa harus melakukan “
service recovery” dengan cepat. Dalam dunia medis hal ini dikenal dengan
istilah diagnosis, prognosis dan terapi.Teori dapat pula dinyatakan sebagai
pengetahuan ilmiah yangmemberikan penjelasan mengenai suatu faktor tertentu
dari suatu disiplinilmu.
Misalnya dalam ilmu ekonomi kita
mengenal teori ekonomi mikrodan makro. Dalam pemasaran kita mengenal teori “The Reason Action” dari Fishbein, dan
lain-lain.Suatu teori biasanya mengandung suatu hukum, prinsip, postulatdan
asumsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.Dalam teori ekonomi
mikro misalnya ada yang disebut denganhukum permintaan dan penawaran: Bila
permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga akan naik. Sebaliknya
jika penawaran naikdan permintaan tetap maka harga akan turun.
Pada dasarnya hukummerupakan
suatu pernyataan yang menyatakan hubungan antara duavariabel atau lebih dalam
suatu hubungan kausal.Disamping hukum, teori juga mengandung suatu prinsip.
Padadasarnya prinsip adalah suatu pernyataan yang berlaku secara umum
bagisekelompok gejala tertentu yang bisa menjelaskan fenomena yang
terjadi.Misalnya dalam ilmu ekonomi kita mengenal prinsip ekonomi:Memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya dangan pengorbanantertentu. Dengan prinsip
inilah kita dapat menjelaskan pengertian efisiensi.Selain prinsip, beberapa
disiplin ilmu sering mengembangkan apayang disebut postulat dalam menyusun
teori. Pada dasarnya postulatmerupakan suatu asumsi dasar yang kebenarannya
tidak perlu dibuktikan.
Postulat ibarat sebuah titik yang kita tetapkan secara sembarang
untukmengelilingi sebuah lingkaran. Meskipun demikian tentunya harus
adaargumentasi yang kuat dalam menetapkan sebuah postulat.Bila Postulat dalam
pengajuannya tidak perlu bukti tentangkebenarannya, maka asumsi harus dapat
diuji secara empirik. Misalnyadalam mengajar seorang dosen berusaha untuk
menciptakan suasana santaidan menyenangkan bagi para mahasiswanya, dengan
asumsi bahwa: Paramahasiswa akan lebih mudah menyerap apa yang diajarkan bila
mereka berada dalam suasana santai dan menghibur. Dalam mempelajari ilmu ekonomi,
diasumsikan bahwa manusia adalah mahluk ekonomi yang berusaha mencari
keuntungan sebesar-besarnya melalui pengorbanantertentu. Asumsi ini tentunya
tidak sesuai diterapkan dalam disiplin ilmuyang lain.Dengan demikian kita harus
bisa memilih teori yang palingsesuai dari sejumlah teori yang ada berdasarkan
kesesuaian asumsi yangdipergunakannya.
Karakteristik Ilmu
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
ilmu adalah bagian dari pengetahuan manusia yang diperoleh melalui metode
ilmiah. Ilmu bertujuan untuk menghasilkan teori. Selanjutnya teori bertujuan
untukmenjelaskan dan memprediksi suatu fenomena alami ( Natural phenomena ).
Ilmu memiliki kriteria: (1)
Berdasarkan logika atau rasional dan (2)
Teruji secara empirik. Karakteristik ilmu sebagai pengetahuan yang berdasarkan
logika mengandung arti bahwa ilmu diperoleh berdasarkancara berfikir yang
berdasarkan logika, rasional atau berdasarkan penalaran (reasoning ).
Karakeristik ilmu sebagai
pengetahuan yang teruji secaraempirik mengandung arti bahwa ilmu harus
berdasarkan fakta. Keduakriteria tersebut tentunya perlu juga kita fahami bahwa
kebenaran ilmu bersifat relatif: berdasarkan jangkauan pengalaman manusia.
Karakteristik Metode Ilmiah
Ilmu telah didefinisikan dalam
banyak cara. Menurut Conan yangdikutip dari Kerlinger, terdapat dua pandangan
dasar mengenai definisiilmu: (1)
Pandangan statik (Static view) dan (2)
Pandangan dinamik (Dynamic view) Berdasarkan pandangan statik, ilmu merupakan
sejumlahinformasi sistematik yang mencakup prinsip-prinsip, teori-teori
danhukum-hukum yang saling terkait. Pandangan ini menitik beratkan hasilyang
terkumpul dari serangkaian penyelidikan atau investigasi. Dalamdefinisi
tersebut, seorang ilmuwan menambahkan sejumlah pengetahuanterhadap cadangan
pengetahuan yang sudah ada.
Selanjutnya menurut pandangan
dinamik, ilmu merupakan sebuah proses, menurut pandangan ini bahwa teori-teori
dan prinsip tertentu akan segera menjadi dogma jika tidak dilakukan penyelidikan
dan pengembangan secara terus menerus.Suatu pembahasan tentang metode ilmiah
secara logika dimulaidengan landasan proses berfikir rasional. Hal ini
mencakupkonseptualisasi, definisi, dan inferensi. Konsep-konsep dengan
jelasdidefinisikan, digunakan dalam proses inferensi untuk membangun proposisi,
hipotesis, model-model, teori, prinsip serta hukum. Penggunaankonsep-konsep dan
definisi untuk menyusun proposisi yang mencakup proses penyusunan dan pengujian
yang disebut oleh Dewey sebagai ”The
Double movement of reflective thinking ”.
Seperti telah dijelaskan
sebelumnya, ilmu merupakan suatu prosesuntuk mendapatkan pengetahuan dan
sekaligus merupakan sejumlahinformasi yang tersusun secara sistematik yang
diperoleh dari prosestersebut. Ilmu dapat juga dinyatakan sebagai pengetahuan
ilmiah (Scientific knowledge) yang diperoleh secara sistematik melalui
prosesilmiah atau metode ilmiah. Ilmu bersifat teoritik dan empirik, kedua
haltersebut saling terkait secara terus menerus dalam pengembangan ilmu.Agar
ilmu tetap aktual dan terus berkembang maka diperlukan penelitianyang terus
menerus. Hasil suatu penelitian yang aktual diharapkan dapatmemperbaiki
keterbatasan dari hasil penelitian sebelumnya. Melalui penelitian diharapkan
dapat terus memberikan kontribusi dalam perluasanilmu melalui proses
pembentukan teori dan pengujian secara empirik.Pengetahuan yang diperoleh
melalui metode ilmiah, yangmemenuhi syarat-syarat keilmuan kita sebut sebagai
pengetahuan ilmiahatau ilmu (Science) yang tentunya berbeda dengan pengetahuan (Knowledge).
Sebagaimana telah diuraikan
sebelumnya bahwa ilmu diperolehmelalui suatu proses ilmiah: serangkaian
langkah/urutan tertentu secaraketat. Seringkali karena karakteristik inilah
ilmu sering disebut sebagaidisiplin. Perkembangan ilmu bersifat kumulatif,
suatu penemuan pengetahuan ilmiah yang satu diikuti dengan
pengetahuan-pengetahuanilmiah lainnya. Para ilmuwan memberikan kontribusi
sesuaikemampuannya.Suatu hipotesis yang telah teruji secara empirik serta
diakuisebagai pengetahuan ilmiah yang baru akan menambah khasanah ilmuyang
telah ada.Metode ilmiah memiliki mekanisme umpan balik yang bersifatkorektif:
memungkinkan ditemukannya kesalahan yang dilakukan dalam suatu proses ilmiah yang dilakukan.
Jika ditemukan suatu kekeliruan
darisuatu pengetahuan ilmiah yang baru maka pengetahuan hal itu lambat launakan
diketahui selanjutnya akan dikeluarkan dari perbendaharaan ilmuyang telah ada.
Apabila ternyata pengetahuan ilmiah yang baru tersebutternyata benar maka akan
dijadikan sebagai suatu premis baru dalamkerangka teoritik yang menjadi sumber
perumusan hipotesis baru. Bilaternyata teruji secara empirik dalam suatu proses
ilmiah maka akanmenghasilkan pengetahuan ilmiah yang baru.

0 Comments
Posting Komentar